Menyongsong Era Digital di Telkom University Surabaya

 


Nama: Sultan Dhawy Daryanto

Nim: 104052400042

Prodi: Bisnis Digital

Instigator : 18- Richard feynm

PKKMB Telkom University Surabaya: Menyongsong Masa Depan Pendidikan di Era 5.0

Telkom University Surabaya memulai Program Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) dengan antusiasme yang tinggi, memberikan wawasan mendalam tentang visi, misi, dan nilai-nilai yang akan menemani para mahasiswa dalam perjalanan akademik mereka. Selama tiga hari penuh, mahasiswa baru diperkenalkan dengan budaya, layanan, inovasi teknologi, serta persiapan mental yang dibutuhkan untuk menjadi individu yang siap menghadapi tantangan global di era digita

Day 1: Memahami Fondasi Pendidikan dan Budaya di Telkom University

Pada hari pertama PKKMB, suasana penuh semangat langsung terasa saat Prof. Dr. Tri Arief Sardjono, S.T., M.T., Direktur Telkom University Surabaya, menyampaikan sambutannya. Beliau memberikan pemaparan selayang pandang tentang universitas yang memposisikan diri sebagai pelopor inovasi teknologi dan pendidikan berkualitas tinggi. Prof. Tri Arief menegaskan komitmen Telkom University untuk tidak hanya mencetak lulusan yang siap bekerja, tetapi juga mencetak pemimpin masa depan yang mampu beradaptasi dengan perkembangan pesat di era Revolusi Industri 4.0 dan menuju Era 5.0. Kampus ini, katanya, berfokus pada integrasi antara teknologi dan pendidikan, mendorong inovasi dan kolaborasi lintas disiplin.

Budaya Higher Education Institution (HEI)

Sesi berikutnya membahas budaya Higher Education Institution (HEI) yang menjadi landasan nilai-nilai di Telkom University. Budaya HEI menekankan pentingnya integritas, kolaborasi, dan keunggulan dalam setiap aspek kehidupan akademik. Mahasiswa diharapkan untuk mengembangkan soft skills seperti kepemimpinan, komunikasi efektif, dan etika dalam pengembangan diri mereka. HEI di Telkom University mencakup berbagai kegiatan yang mendorong mahasiswa untuk berpikir kreatif, bekerja dalam tim, dan memaksimalkan potensi mereka dalam konteks akademik maupun sosial. Mahasiswa diajak untuk melihat bahwa kehidupan kampus bukan hanya tentang belajar di kelas, tetapi juga tentang bagaimana berkontribusi pada masyarakat luas melalui inovasi dan pengabdian.

Pemaparan Layanan Kemahasiswaan

Selanjutnya, mahasiswa baru diperkenalkan dengan berbagai layanan kemahasiswaan yang ada di Telkom University. Universitas ini memiliki berbagai fasilitas pendukung, mulai dari layanan kesehatan, konseling psikologis, hingga fasilitas olahraga dan rekreasi. Layanan kesehatan, misalnya, memberikan akses mudah bagi mahasiswa untuk mendapatkan perawatan medis dasar di kampus. Selain itu, Telkom University juga menyediakan layanan konseling bagi mahasiswa yang membutuhkan bantuan dalam menghadapi tekanan akademik atau masalah pribadi. Universitas ini sangat peduli dengan kesejahteraan mahasiswa, baik secara fisik maupun mental, memastikan bahwa semua mahasiswa memiliki dukungan yang dibutuhkan untuk berkembang secara optimal.

Pemaparan Igracias, LMS, dan Puti

Teknologi menjadi bagian integral dari sistem pendidikan di Telkom University, dan pada hari pertama ini, mahasiswa diperkenalkan dengan Igracias, Learning Management System (LMS), dan Puti. Igracias adalah platform digital yang memungkinkan mahasiswa untuk mengakses berbagai informasi akademik, termasuk jadwal kuliah, nilai, dan materi pembelajaran. LMS, di sisi lain, adalah sistem pembelajaran daring yang memudahkan interaksi antara dosen dan mahasiswa, memungkinkan akses yang lebih fleksibel terhadap materi-materi kuliah. Sementara itu, Puti adalah platform inovatif yang dirancang untuk mendukung berbagai aktivitas akademik dan non-akademik mahasiswa di Telkom University, termasuk partisipasi dalam proyek riset dan inovasi.

Materi Kesehatan Mental oleh Ibu Toetiek Septriasih, M.Psi

Sesi tentang kesehatan mental menjadi salah satu topik penting pada hari pertama. Ibu Toetiek Septriasih, M.Psi, memberikan materi yang komprehensif tentang pentingnya menjaga kesehatan mental selama masa perkuliahan. Beliau menekankan bahwa kesehatan mental sama pentingnya dengan prestasi akademik, dan bahwa Telkom University memiliki sistem dukungan yang lengkap untuk membantu mahasiswa mengelola stres, kecemasan, dan tantangan emosional lainnya. Melalui sesi ini, mahasiswa didorong untuk tidak segan mencari bantuan ketika menghadapi masalah dan untuk selalu menjaga keseimbangan antara kegiatan akademik dan kehidupan pribadi.

Wawasan Kebangsaan: Menanamkan Semangat Nasionalisme

Pada penutupan hari pertama, mahasiswa baru diperkenalkan dengan wawasan kebangsaan. Program ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai nasionalisme, kebhinekaan, dan semangat gotong royong. Dalam konteks Telkom University yang berfokus pada teknologi, wawasan kebangsaan juga mencakup pemahaman tentang bagaimana inovasi teknologi dapat digunakan untuk memajukan bangsa dan memperkuat persatuan. Mahasiswa diajak untuk melihat peran mereka dalam pembangunan Indonesia di masa depan, baik sebagai inovator maupun sebagai pemimpin yang memiliki rasa tanggung jawab sosial dan nasionalisme.

Day 2: Menatap Masa Depan di Era 5.0

Hari Kedua PKKMB: Mengembangkan Pola Pikir dan Kepercayaan Diri untuk Sukses di Era 5.0

Hari kedua PKKMB Telkom University Surabaya difokuskan pada penguatan pola pikir yang siap menghadapi tantangan era digital serta pentingnya kepercayaan diri dalam meraih kesuksesan. Dengan tema sentral tentang bagaimana menghadapi Era 5.0, mahasiswa baru diperkenalkan pada konsep-konsep baru dalam pendidikan, teknologi, serta bagaimana mengembangkan prestasi dan kepercayaan diri di bidang akademik maupun profesional.

Pemaparan Materi: “Perguruan Tinggi di Era 5.0”

Sesi pembuka pada hari kedua PKKMB berjudul “Perguruan Tinggi di Era 5.0”, memberikan gambaran jelas tentang peran pendidikan tinggi dalam menghadapi perubahan teknologi yang semakin cepat dan dinamis. Era 5.0 menandai masa di mana teknologi digital tidak lagi hanya sebagai alat pendukung, tetapi telah menyatu dengan kehidupan manusia, baik dalam konteks sosial maupun ekonomi.

Dalam sesi ini, mahasiswa diajak untuk memahami bahwa Era 5.0 membawa tantangan dan peluang baru yang harus diantisipasi. Perguruan tinggi, termasuk Telkom University, dituntut untuk melahirkan lulusan yang tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga memiliki kemampuan empati dan kecerdasan sosial yang tinggi. Era ini bukan sekadar tentang teknologi canggih seperti Artificial Intelligence (AI), Internet of Things (IoT), Big Data, atau blockchain, tetapi lebih dari itu, bagaimana teknologi tersebut digunakan untuk memecahkan masalah-masalah kemanusiaan dan memajukan masyarakat secara keseluruhan.

Materi ini menekankan bahwa mahasiswa Telkom University harus menjadi individu yang "tech-savvy", yakni memiliki pemahaman dan keterampilan mendalam tentang teknologi, namun tetap memiliki kesadaran sosial yang kuat. Teknologi tidak boleh hanya dilihat sebagai tujuan, tetapi sebagai alat untuk mencapai kesejahteraan masyarakat dan memperbaiki kualitas hidup manusia. Ini adalah inti dari Era 5.0, di mana keseimbangan antara teknologi dan nilai-nilai kemanusiaan menjadi kunci.

Selain itu, disampaikan juga bagaimana perguruan tinggi harus proaktif dalam mengadopsi teknologi baru, memastikan bahwa lulusannya memiliki keterampilan yang sesuai dengan tuntutan industri di masa depan. Perguruan tinggi harus bisa memfasilitasi mahasiswa dengan akses ke berbagai teknologi terbaru dan memastikan bahwa mereka mampu beradaptasi dengan cepat terhadap perkembangan yang terus berubah.

Presentasi LKTI dan Pola Pikir Prestatif oleh Punggawa Prestasi

Sesi berikutnya adalah presentasi LKTI (Lomba Karya Tulis Ilmiah) dan materi tentang pola pikir prestatif yang dibawakan oleh punggawa prestasi di Telkom University. Sesi ini bertujuan untuk mendorong mahasiswa agar selalu berprestasi, tidak hanya di dalam kelas tetapi juga di berbagai bidang lainnya, termasuk penelitian dan inovasi.

Pola pikir prestatif yang diperkenalkan menekankan pentingnya semangat belajar yang berkelanjutan, kemampuan untuk berinovasi, serta ketangguhan dalam menghadapi tantangan. Pola pikir ini mengajak mahasiswa untuk tidak takut gagal dan selalu siap untuk belajar dari kesalahan. Di Telkom University, mahasiswa didorong untuk terus meningkatkan diri mereka dan berusaha mencapai prestasi akademik maupun non-akademik yang unggul.

Dalam konteks LKTI, mahasiswa dilatih untuk menuangkan ide-ide kreatif mereka dalam bentuk karya tulis ilmiah yang dapat memberikan solusi atas permasalahan nyata di masyarakat. LKTI adalah salah satu cara yang efektif untuk menumbuhkan kreativitas dan kritis dalam berpikir. Dalam kompetisi ini, mahasiswa tidak hanya diminta untuk memecahkan masalah secara akademis, tetapi juga untuk berpikir praktis tentang bagaimana solusi tersebut dapat diterapkan di dunia nyata.

Sesi ini juga mengajarkan mahasiswa tentang pentingnya integritas dan etika dalam berkompetisi dan berprestasi. Pola pikir prestatif yang dibangun di Telkom University tidak hanya tentang meraih prestasi semata, tetapi juga tentang bagaimana mencapai prestasi tersebut dengan cara yang jujur dan bertanggung jawab. Mahasiswa diharapkan untuk menjadi individu yang berkarakter kuat, yang mampu menjaga integritas dalam segala usaha dan pencapaian mereka.

Materi “Embrace Your Confidence” oleh Bapak Tectony Rachman

Pada sesi selanjutnya, mahasiswa mendapatkan inspirasi dari Bapak Tectony Rachman, seorang Manager Mobile Consumer Branch Telkom Surabaya, yang menyampaikan materi berjudul “Embrace Your Confidence”. Materi ini merupakan salah satu sesi yang sangat memotivasi mahasiswa baru, karena berfokus pada pentingnya kepercayaan diri dalam menghadapi berbagai tantangan, baik di dunia akademik maupun di dunia profesional.

Bapak Tectony Rachman memulai dengan menjelaskan bahwa kepercayaan diri adalah kunci utama dalam meraih kesuksesan. Dalam dunia yang kompetitif, terutama dalam industri teknologi dan bisnis, rasa percaya diri memungkinkan seseorang untuk menghadapi tantangan dengan lebih baik dan melihat peluang di mana orang lain mungkin melihat hambatan.

Dalam sesi ini, beliau juga membagikan pengalaman pribadinya tentang bagaimana membangun kepercayaan diri dan mengatasi berbagai rintangan dalam perjalanan kariernya. Salah satu pesan utamanya adalah bahwa percaya pada diri sendiri merupakan langkah pertama menuju kesuksesan. Setiap orang, termasuk mahasiswa baru, harus berani menghadapi tantangan, keluar dari zona nyaman, dan berani mengambil risiko dalam mengejar mimpi mereka.

Beliau juga menekankan pentingnya mengatasi rasa takut gagal. Banyak orang yang terhambat dalam mencapai potensi maksimal mereka karena rasa takut akan kegagalan. Namun, menurut Bapak Tectony, kegagalan adalah bagian dari proses menuju kesuksesan. Dengan belajar dari kegagalan dan terus mencoba, seseorang akan tumbuh menjadi individu yang lebih kuat dan lebih siap menghadapi tantangan yang lebih besar di masa depan.

Selain itu, dalam konteks teknologi dan bisnis yang berkembang pesat, kepercayaan diri juga menjadi modal penting untuk berinovasi. Inovasi sering kali membutuhkan keberanian untuk mencoba hal baru dan menantang status quo. Mahasiswa Telkom University didorong untuk memiliki pola pikir yang terbuka dan siap untuk mengeksplorasi peluang-peluang baru di dunia teknologi, tanpa takut untuk gagal atau ditolak.

Bapak Tectony juga menyoroti bahwa kepercayaan diri tidak hanya terbatas pada bagaimana kita menghadapi tantangan eksternal, tetapi juga tentang bagaimana kita melihat diri sendiri. Beliau menekankan pentingnya pengembangan diri, baik secara mental, fisik, maupun spiritual. Kepercayaan diri, menurut beliau, juga berkaitan dengan bagaimana kita merawat dan menghargai diri kita sendiri. Dengan demikian, mahasiswa diingatkan untuk selalu menjaga kesehatan mental dan keseimbangan hidup agar dapat memberikan performa terbaik dalam studi dan karier mereka.

Day 3: Teknologi dan Inovasi sebagai Penggerak Masa Depan

Hari ketiga PKKMB berfokus pada perkenalan lebih mendalam tentang organisasi mahasiswa dan teknologi, serta bagaimana Telkom University mendorong kolaborasi untuk mengembangkan desa pintar (smart village) dan kota pintar (smart city).

Perkenalan DPM, BEM, dan HIMA Telkom University Surabaya

Pada hari ketiga PKKMB Telkom University Surabaya, mahasiswa diperkenalkan dengan organisasi kemahasiswaan yang akan memainkan peran penting dalam kehidupan kampus mereka. Organisasi-organisasi ini adalah Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), dan Himpunan Mahasiswa (HIMA) dari masing-masing program studi.

DPM adalah badan legislatif mahasiswa yang berfungsi untuk menyalurkan aspirasi mahasiswa ke pihak universitas. Mereka bekerja sebagai perwakilan mahasiswa dalam menyuarakan berbagai isu yang ada di kampus, baik dalam hal akademik, fasilitas, maupun kesejahteraan mahasiswa secara umum. Tugas mereka termasuk mengawasi kinerja BEM dan memastikan semua program kerja organisasi kemahasiswaan berjalan sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan.

Sementara itu, BEM adalah lembaga eksekutif yang menjalankan program-program kegiatan kampus. BEM Telkom University Surabaya bertanggung jawab mengorganisir berbagai acara yang melibatkan seluruh mahasiswa, seperti seminar, pelatihan kepemimpinan, kegiatan sosial, hingga acara hiburan. BEM juga berfungsi sebagai penghubung antara mahasiswa dan pihak universitas dalam implementasi kegiatan yang relevan dengan pengembangan diri mahasiswa.

Selain DPM dan BEM, mahasiswa juga diperkenalkan dengan Himpunan Mahasiswa (HIMA) dari setiap program studi. HIMA adalah organisasi yang fokus pada kegiatan yang lebih spesifik sesuai dengan jurusan masing-masing. HIMA berperan dalam memfasilitasi mahasiswa dalam bidang akademik, pengembangan minat dan bakat, serta menjalin hubungan antar mahasiswa di dalam satu program studi. Ini menciptakan ruang kolaborasi yang lebih dekat di antara mahasiswa dengan latar belakang pendidikan yang sama, sehingga kegiatan yang dirancang lebih relevan dengan kebutuhan akademik mereka. Melalui keikutsertaan di HIMA, mahasiswa bisa memperluas wawasan akademik dan non-akademik, sekaligus membangun jaringan profesional.

Pemaparan Materi Teknologi: Forward-Thinking and Tech-Savvy Individuals

Telkom University dikenal dengan fokusnya pada teknologi dan inovasi, dan hal ini sangat tercermin dalam sesi bertema “Forward-Thinking and Tech-Savvy Individuals are Ready for the Future”. Dalam sesi ini, mahasiswa diperkenalkan dengan berbagai inovasi teknologi yang sedang dikembangkan di Telkom University, termasuk hasil-hasil proyek teknologi terkini yang melibatkan mahasiswa dan dosen.

Salah satu proyek yang dipaparkan adalah Smart Farming, sebuah teknologi yang memanfaatkan Internet of Things (IoT) untuk mengoptimalkan proses pertanian. Proyek Smart Tani, misalnya, bertujuan untuk meningkatkan efisiensi pertanian dengan memanfaatkan sensor dan teknologi pengelolaan data untuk memantau kondisi tanah, irigasi, dan tanaman secara real-time. Hal ini memungkinkan petani membuat keputusan yang lebih baik berdasarkan data yang akurat, sehingga meningkatkan hasil panen dan mengurangi penggunaan sumber daya secara berlebihan.

Selain itu, ada juga inovasi di bidang perikanan dengan pengembangan LeFeeder, sebuah alat yang dirancang untuk memberikan pakan otomatis pada ikan di tambak. Teknologi ini membantu petani ikan mengoptimalkan pemberian pakan berdasarkan kebutuhan ikan, sehingga dapat meningkatkan efisiensi dan mengurangi pemborosan. Telkom University juga mengembangkan teknologi smart farming untuk peternakan ayam, yang memantau kondisi kandang dan kesehatan ayam melalui sistem otomatisasi, sehingga peternak dapat lebih mudah mengelola ternak mereka.

Tidak hanya di bidang pertanian dan peternakan, konsep smart village dan smart city juga menjadi fokus di Telkom University. Salah satu contoh nyata adalah kolaborasi dengan Adides dalam proyek pengembangan desa pintar yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan melalui teknologi. Desa pintar ini memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan publik, pendidikan, dan kesehatan. Telkom University juga memperkenalkan konsep sustainability dan circular technology, yang menekankan pentingnya inovasi teknologi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Konsep ini sangat relevan dalam upaya mengurangi dampak lingkungan dari perkembangan teknologi dan industri, dengan fokus pada penggunaan sumber daya secara bijaksana dan daur ulang.

Pemaparan Materi PPKS, Kode Etik, dan Syarat Kelulusan

Sesi terakhir yang tak kalah penting adalah Pemaparan Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS), serta Kode Etik dan Syarat Kelulusan di Telkom University. Universitas ini memiliki komitmen yang kuat dalam menjaga keamanan dan kesejahteraan seluruh warganya.

PPKS merupakan inisiatif yang dirancang untuk melindungi mahasiswa dan seluruh warga kampus dari kekerasan seksual, dengan memberikan perlindungan dan penanganan yang tepat kepada korban. Universitas telah menetapkan prinsip-prinsip keadilan dan kesetaraan gender dalam kebijakan PPKS, dengan fokus pada kepentingan terbaik korban. Mahasiswa diperkenalkan dengan dasar hukum yang melandasi kebijakan ini serta langkah-langkah yang harus diambil jika terjadi pelanggaran.

Selain itu, mahasiswa juga dipaparkan tentang kode etik yang harus diikuti selama masa perkuliahan. Kode etik ini mencakup prinsip-prinsip integritas akademik, etika dalam berinteraksi dengan sesama mahasiswa dan dosen, serta aturan-aturan yang harus dipatuhi agar kehidupan kampus berjalan dengan harmonis dan kondusif.

Syarat kelulusan di Telkom University tidak hanya didasarkan pada nilai akademik saja, tetapi juga melibatkan partisipasi dalam Transkrip Aktivitas Kemahasiswaan (TAK). TAK mencatat semua kegiatan non-akademik mahasiswa, seperti organisasi, kepanitiaan, kompetisi, dan kegiatan sosial, yang menjadi salah satu syarat kelulusan. Mahasiswa juga harus memperhatikan Indeks Keaktifan Kumulatif (IKK), yang mencerminkan tingkat partisipasi mereka dalam kegiatan-kegiatan kemahasiswaan. Semua ini dirancang untuk memastikan bahwa mahasiswa lulus dengan kepribadian yang holistik dan siap bersaing di dunia kerja.

Secara keseluruhan, hari ketiga PKKMB memberikan wawasan yang komprehensif kepada mahasiswa baru tentang kehidupan kampus, pentingnya inovasi teknologi, dan tanggung jawab sosial mereka sebagai bagian dari komunitas Telkom University.

Pesan dan Kesan PKKMB 2024 di Telkom University Surabaya: Sebuah Awal yang Membara dan Menginspirasi

Saat langkah kaki pertama kali menginjakkan diri di Telkom University Surabaya, ada semacam getaran yang terasa hingga ke tulang—sebuah tanda bahwa saya berada di tempat yang tepat, di waktu yang tepat. PKKMB 2024 bukan sekadar program orientasi; ini adalah pintu gerbang menuju sebuah dunia yang penuh dengan kemungkinan tak terbatas, di mana setiap sudut kampus menyimpan cerita yang menunggu untuk dijelajahi.

Hari demi hari, saya disuguhkan dengan pemandangan yang mengagumkan. Mulai dari pengenalan organisasi mahasiswa seperti DPM, BEM, dan HIMA, saya segera menyadari bahwa di sini, kami tidak hanya dididik untuk menjadi pemikir kritis tetapi juga pemimpin yang siap mengambil tanggung jawab. Melihat bagaimana para senior dengan semangat menyambut dan membimbing kami, saya merasakan bahwa di Telkom University, kolaborasi dan solidaritas adalah jantung dari setiap aktivitas. Ini bukan sekadar universitas; ini adalah keluarga besar yang saling mendukung dan mendorong satu sama lain menuju puncak keberhasilan.

Namun, yang paling menggugah hati saya adalah saat sesi tentang inovasi teknologi masa depan. Di sinilah saya melihat Telkom University sebagai lebih dari sekadar institusi pendidikan—ini adalah laboratorium impian, tempat di mana ide-ide brilian diinkubasi dan diubah menjadi solusi nyata yang mengubah dunia. Dari proyek smart farming hingga smart city, saya terpukau oleh visi besar yang dimiliki oleh universitas ini. Bayangkan saja, teknologi yang kami pelajari di sini tidak hanya menjadi teori yang tertulis di buku teks, tetapi menjadi fondasi untuk membangun dunia yang lebih baik dan lebih cerdas. Saya merasa seolah-olah telah diberi kesempatan langka untuk menjadi bagian dari sesuatu yang jauh lebih besar dari diri saya sendiri, dan saya tak sabar untuk ikut serta dalam menciptakan masa depan yang kita semua impikan.

Sesi mengenai Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) benar-benar membuka mata saya akan komitmen Telkom University dalam menciptakan lingkungan kampus yang aman dan inklusif. Di sinilah saya benar-benar merasa dihargai sebagai individu. Setiap kata yang disampaikan, setiap kebijakan yang dijelaskan, semuanya menunjukkan bahwa di Telkom University, kami adalah keluarga—dan dalam keluarga, tidak ada yang dibiarkan berjalan sendirian. Kampus ini memberikan jaminan bahwa setiap dari kami, tanpa terkecuali, dilindungi dan didukung. Saya merasa dihargai, didengarkan, dan lebih dari itu, saya merasa aman.

Program TAK dan IKK memberikan dorongan yang tak terelakkan bagi saya untuk lebih aktif dan berpartisipasi dalam kehidupan kampus. Saya menyadari bahwa kuliah di sini bukan hanya tentang mendapatkan gelar, tetapi tentang membangun jati diri yang kuat melalui pengalaman yang beragam. Saya sudah membayangkan diri saya terlibat dalam berbagai kegiatan, belajar dari setiap tantangan, dan tumbuh menjadi pribadi yang lebih matang dan siap menghadapi dunia luar. Telkom University tidak hanya mendidik kami dengan pengetahuan, tetapi juga mempersiapkan kami untuk menjadi sosok yang berdaya saing global.

Secara keseluruhan, PKKMB 2024 di Telkom University Surabaya bukan hanya awal dari perjalanan akademik saya; ini adalah awal dari sebuah petualangan besar yang akan mengubah hidup saya selamanya. Setiap momen yang saya alami selama program ini telah menyalakan api semangat dalam diri saya. Saya merasa lebih dari sekadar siap—saya merasa lapar untuk belajar, untuk berkontribusi, dan untuk membuat perbedaan. Saya akan menghadapi setiap tantangan dengan keyakinan dan determinasi, karena saya tahu bahwa saya telah dilengkapi dengan alat dan dukungan yang saya butuhkan untuk berhasil. Terima kasih, Telkom University Surabaya, telah membuka pintu menuju dunia baru yang penuh inspirasi dan peluang tanpa batas. Saya siap untuk menjelajahinya sepenuh hati.




Comments